Karanganyar – Pada Desember 2025 lalu Al Azhar International Islamic Boarding School (IIBS) melaksanakan Overseas China Program sebagai bagian dari International Immersion Program yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran lintas negara bagi para siswa sejak usia dini. Program ini dilaksanakan di Guangzhou, Shenzhen, dan Hong Kong, dengan tujuan menumbuhkan generasi pembelajar yang berilmu, berakhlak, dan berwawasan global, tanpa kehilangan jati diri keislamannya.

Mengusung tema “Beyond Border: Strengthening Faith, Expanding Horizons”, program ini menjadi ikhtiar Al Azhar IIBS dalam mengintegrasikan penguatan iman, penguasaan sains dan teknologi, serta pembentukan karakter kepemimpinan global. Para siswa diajak untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi berkembang pesat di pusat-pusat peradaban dunia, sekaligus meneladani nilai disiplin, etos kerja, dan kesungguhan yang menjadi fondasi kemajuan suatu bangsa.

Dalam wawancara bersama media China, Ustadz Zulfiqar, selaku Direktur International Affairs Al Azhar IIBS, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam pendidikan Islam kontemporer.

“Sebagai pendidik, kami memandang kesempatan ini sebagai anugerah sekaligus usaha strategis yang sangat baik. Para siswa diperkenalkan pada realitas peradaban global yang maju dalam sains, riset, dan inovasi, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keimanan dan akhlak yang luhur,” ujarnya.

Ustadz Zulfiqar menekankan bahwa nilai pendidikan paling terasa dari program ini adalah terbentuknya karakter pembelajar yang terbuka, tangguh, dan berwawasan global. Para siswa dilatih untuk keluar dari zona nyaman, beradaptasi dengan lingkungan baru, menghargai perbedaan budaya, serta membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi di level internasional.

“Dari sisi karakter, mereka belajar kemandirian, kedisiplinan, dan keberanian bermimpi besar. Sementara dari sisi wawasan global, siswa menyadari bahwa dunia saat ini saling terhubung dan kompetitif, serta kemajuan suatu bangsa ditopang oleh ilmu dan kolaborasi lintas negara,” jelasnya.

Selama pelaksanaan program, para siswa mengikuti rangkaian pembelajaran internasional yang dirancang secara holistik, meliputi kunjungan dan workshop Artificial Intelligence (AI) serta robotika di Southern University of Science and Technology (SUSTech), Shenzhen, company visit ke BYD sebagai perusahaan teknologi dan kendaraan energi baru terkemuka dunia, kunjungan ke sekolah dan universitas internasional, serta interaksi dengan pelajar dan akademisi lokal.

Di sisi lain, para siswa juga menelusuri jejak sejarah dan peradaban Islam di China melalui kunjungan ke Masjid Huaisheng dan makam Sa’ad bin Abi Waqqas di Guangzhou serta bersilaturahim dengan komunitas Muslim setempat.

Menurut Ustadz Zulfiqar, nilai pendidikan paling terasa dari program ini adalah terbentuknya karakter pembelajar yang terbuka, tangguh, disiplin, dan berwawasan global.

“Kami berharap ilmu yang kelak mereka raih tidak berhenti pada kesuksesan pribadi, tetapi diniatkan sebagai sarana memberi manfaat bagi bangsa dan kemanusiaan. Dari sinilah insyaAllah akan lahir generasi pemimpin dan ilmuwan yang berintegritas serta berdampak luas,” tutupnya.Sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan world-class education, Al Azhar IIBS terus berupaya memperluas program internasionalnya, termasuk student excursion, student exchange, kunjungan akademik, dan kolaborasi global lainnya. Program seperti ini sejalan dengan visi misi sekolah untuk mencetak lulusan berwawasan global yang siap berkontribusi di berbagai bidang akademik maupun profesional.

Kirim
Assalamualaikum Al Azhar IIBS
Mohon info lebih lanjut untuk pendaftaran murid baru
Terima Kasih